- Perang Dunia II yang berkecamuk sejak tahun 1939 telah menyebabkan kedua kelompok yakni Sekutu dan negara-negara fasis saling menyerang dengan menggunakan senjata pemusnah dan kerusakan massal. Korban dan kerugian kedua belah pihak tidak terhitung jumlahnya. Jutaan manusia meninggal dunia akibat PD II tersebut. Keinginan Amerika untuk segera menghancurkan kekuatan Jepang dilakukan dengan mengirimkan pesawat pembawa bom atom. Pada tanggal 6 Agustus 1945, bom atom pertama diledakkan di kota Hirosihma, sementara pada tanggal 9 Agustus 1945 bom atom diledakkan di kota Nagasaki. Digambarkan oleh masyarakat yang selamat di kedua kota tersebut,bahwa ledakan bom atom seperti gunung api yang jatuh ke bumi. Tiba-tiba langit terang seperti ada kilat, disusul berbagai benda berhamburan terbang, bersamaan dengan makhluk hidup meregang nyawa, kehilangan anggota badan, bahkan hancur berkeping-keping. Dua kota Jepang luluh lantak.
- Kehancuran Kota Hiroshima dan Nagasaki memukul perasaan bangsa Jepang. Mereka tidak dapat menutup mata bahwa sekutu lebih unggul dalam persenjataan. Akhirnya Jepang memutuskan untuk melakukan penyerahan kepada sekutu tanpa syarat pada tanggal 15 Agustus 1945 yang menandai berakhirnya Perang Dunia II. Sejak semakin terjepit kekalahan, Jepang terpaksa memberi janji kemerdekaan kepada Indonesia.Tanggal 7 Agustus 1945, JenderalTerauchi menyetujui pembentukan Dokuritsu Junbi Inkai atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang diketuai Ir. Soekarno dengan wakil Drs. Moh. Hatta. JenderalTerauchi memanggil Soekarno, Hatta, dan RadjimanWedyodiningrat ke Dalat, Saigon, yang merupakan salah satu pusat tentara Jepang, tanggal 9 Agustus 1945.Tanggal 12 Agustus, JenderalTerauchi mengucapkan selamat tinggal dan menegaskan bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan pada Indonesia. Mereka bertiga pulang kembali ke Jakarta pada 14 Agustus 1945. Pada masa inilah terjadi peristiwa dramatis di Indonesia.Walaupun saat itu alat komunikasi dikuasai Jepang, namun para tokoh perjuangan berhasil mengakses informasi dunia. Masyarakat Indonesia tidak diizinkan menerima siaran radio luar negeri. Namun, para tokoh pergerakan menyembunyikan beberapa radio untuk mendengarkan siaran luar negeri seperti BBC London.
- Perbedaan Pendapat dan Penculikan Hari-hari Menjelang 15 Agustus 1945 merupakan hari menegangkan bagi Jepang dan Indonesia. Bagi bangsa Jepang, tanggal tersebut merupakan titik akhir nyali mereka melanjutkan PD II. Bagi Indonesia, itulah kesempatan mempercepat proklamasi. Inilah yang menjadi pemikiran Golongan Muda dari kaum pergerakan Indonesia. Para pemuda berpikir bahwa Indonesia sedang kosong kekuasaan, sehingga proklamasi dipercepat adalah pilihan yang tepat. Para pemuda mendesak tokoh senior untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sutan Syahrir, tokoh pemuda yang mengetahui penyerahan Jepang, segera menemui Moh. Hatta dan mendesak agar Soekarno dan Hatta segera memerdekakan Indonesia. Namun ternyata, Soekarno dan Hatta ingin mengonfirmasi terlebih dahulu mengenai kebenaran berita tersebut. Sebagai tokoh yang demokratis, Soekarno dan Hatta berpendapat bahwa memproklamasikan kemerdekaan perlu dibicarakan dengan PPKI, tapi para pemuda berpendapat bahwa kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan oleh kekuatan bangsa sendiri, bukan oleh PPKI yang para pemuda anggap sebagai buatan Jepang.
- Rabu, 15 Agustus 1945, pukul 22.00WIB, para pemuda yang dipimpin Wikana, Sukarni, dan Darwis datang ke rumah Soekarno dan memaksa untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia paling lambat tanggal 16 Agustus 1945. Para pemuda gagal memaksa Soekarno dan golongan tua untuk memproklamasikan kemerdekaan. Para pemuda malam itu, pukul 24.00 tanggal 15 Agustus 1945, mengadakan pertemuan dan sepakat untuk membawa Soekarna dan Hatta ke luar kota agar kedua tokoh ini jauh dari pengaruh Jepang dan bersedia memproklamasikan kemerdekaan. Untuk melaksanakan rencana, Singgih yang ditunjuk untuk memimpin rencana tersebut meminjam perlengkapan dari Markas PETA yang saat itu dijaga Latif Hendraningrat. Moh. Hatta menuruti kehendak para pemuda itu. Soekarno setuju asal Fatmawati, Guntur, dan Moh. Hatta ikut serta.Tanggal 16 Agustus 1945, pukul 04.00, rombongan tersebut menuju Rengasdengklok.
- Dipilihlah daerah Rengasdengklok karena daerah itu terpencil, dan ada hubungan baik antara Daidan PETA Purwakarta dan Daidan Jakarta, sehingga dari segi keamanan terjamin. Sehari di Rengasdengklok ternyata gagal memaksa Soekarno untuk menyatakan kemerdekaan Indonesia lepas dari campur tangan Jepang. Namun ada gelagat yang ditangkap Singgih bahwa Soekarno bersedia memproklamasikan kemerdekaan kalau sudah kembali ke Jakarta. Jakarta berada dalam keadaan tegang karena hari itu seharusnya diadakan pertemuan PPKI, tetapi Soekarno dan Hatta tidak ada di tempat. Ahmad Subarjo segera mencari kedua tokoh tersebut. Setelah terjadi kesepakatan denganWikana, Ahmad Subarjo diantarkan ke Rengasdengklok olehYusuf Kunto. Ahmad Subarjo tiba di Rengasdengklok pukul 17.30WIB untuk menjemput Soekarno dan rombongan. Kecurigaan menyelimuti perasaan para pemuda. Ahmad Subarjo akhirnya memberikan jaminan, apabila 17Agustus 1945 paling lambat pukul 12.00WIB belum ada proklamasi kemerdekaan, taruhannya nyawa Ahmad Subarjo. Dengan jaminan itu, para pemuda mengijinkan rombongan kembali ke Jakarta. Petang itu juga Soekarno dan rombongan kembali ke Jakarta. Berakhirlah peristiwa Rengasdengklok.
- Perumusan Teks Proklamasi Hingga Pagi Rombongan kemudian menuju kediaman Nishimura di Jakarta. Kepada Nishimura, Soekarno menyampaikan rapat persiapan kemerdekaan. Nishimura menolak karena sudah mendapat perintah dari Serikat untuk tidak mengubah status dan keadaan Indonesia. Rombongan segera ke rumah Laksamana Maeda untuk merumuskan teks proklamasi. Di rumah Maeda, hadir para aggota PPKI, para pemimpin pergerakan, dan beberapa perwakilan lain. Rumah Maeda dianggap aman dari Rikugun yang hendak menggagalkan pengumuman proklamasi kemerdekaan. Selain itu, Maeda sendiri memiliki hubungan akrab dengan para pemimpin bangsa dan Maeda juga bersimpatik terhadap kemerdekaan, sehingga rumah beliau direlakan menjadi tempat pertemuan untuk berunding dan merumuskan naskah proklamasi. Soekarno dan Hatta diantarkan Laksamana Maeda menemui Gunseikan Mayor Jenderal HoichiYamamoto, tapi beliau menolak Soekarno-Hatta pada tengah malam. Mereka menemui Somubuco Mayor Jenderal Otoshi Nishimura untuk menjajaki sikapnya terhadap pelaksanaa proklamasi kemerdekaan.
- Pada pertemuan Nishimura, mereka tidak mencapai kata sepakat. Soekarno-Hatta berkesimpulan bahwa tidak ada gunanya membicarakan kemerdekaan Indonesia dengan pihak jepang. Mereka kembali ke rumah Maeda. Di ruang makan Maeda, dirumuskanlah naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Soekarno pertama kali menuliskan kata pernyataan “Proklamasi”. Kemudian Ahmad Subarjo menyampaikan kalimat “ Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia”. Moh. Hatta menambahkan kalimat “hal hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya”. Pukul 04.00WIB, Soekarno meminta tanda tangan semua yang hadir sebagai wakil-wakil bangsa Indonesia. Para pemuda menolak, dan Sukarni mengusulkan agar teks proklamasi cukup ditanda tangani Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia. Usul itu diterima. Dengan beberapa perubahan, konsep itu kemudian diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik.
- Demikian pertemuan dini hari itu menghasilkan naskah proklamasi. Agar seluruh rakyat Indonesia mengetahuinya, naskah itu harus disebarluaskan. Sukarni mengusulkan agar naskah tersebut dibacakan di lapangan Ikada.Tapi Soekarno tidak setuju karena tempat itu adalah tempat yang dapat memancing bentrok antara rakyat dengan militer Jepang. Soekarno mengusulkan agar proklamasi dilakukan di rumahnya di Jalan PegangsaanTimur nomor 56. Usul tersebut disetujui dan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan Soekarno bersama Hatta di rumah Soekarno pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 pukul 10.00WIB di tengah bulan Ramadhan.
- Pembacaan Proklamasi Pukul 10.00 Pagi Pada pukul 5 pagi tanggal 17 Agustus 1945, para pemimpin dan pemuda keluar dari rumah Laksamana Maeda dengan diliputi kebanggaan. Sebelum pulang, Moh. Hatta berpesan kepada B.M. Diah untuk memperbanyak teks proklamasi dan menyiarkannya ke seluruh dunia. Sementara itu para pemuda tidak langsung pulang. Mereka melakukan kegiatan untuk penyelenggaraan kegiatan proklamasi. Masing-masing kelompok mengirim kurir untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa saat proklamasi telah tiba. Semua alat komunikasi digunakan untuk menyambut proklamasi. Pamflet, pengeras suara, dan mobil-mobil dikerahkan ke segenap penjuru kota. Tanpa diduga, barisan pemuda datang menuju Lapangan Ikada karena informasi yang disampaikan dari mulut ke mulut bahwa proklamasi akan dilaksanakan di Lapangan Ikada. Jepang yang telah mencium kegiatan pemuda, berusaha menghalangi. Lapangan Ikada dijaga ketat oleh tentara Jepang dengan persenjataan lengkap.Ternyata proklamasi tidak dilaksanakan di Lapangan Ikada, melainkan di Jalan PegangsaanTimur nomor 56.
- Hari itu, rumah Soekarno dipadati massa. Untuk menjaga keamanan upacara proklamasi kemerdekaan, dr. Muwardi meminta Latief Hendraningrat beserta anak buahnya untuk berjaga di sekitar rumah Soekarno. Sementara Walikota Jakarta, Suwiryo, memerintahkan Wilopo untuk mempersiapkan peralatan seperti mikrofon. Sedangkan Sudiro memerintahkan S. Suhud untuk menyiapkan tiang bendera yang akan digunakan untuk mengibarkan bendera Merah Putih yang dijahit Ibu Fatmawati sendiri dengan ukuran yang sangat besar (tidak standar). Bendera Merah Putih yang dijahit Ibu Fatmawati itu dikenal dengan Bendera Pusaka, yang sejak 1969 tidak lagi dikibarkan dan diganti dengan bendera duplikat. Sejak pagi hari, sudah banyak orang berdatangan di rumah Soekarno di Jalan PegangsaanTimur nomor 56. Diperkirakan yang hadir pada pagi itu seluruhnya ada 1.000 orang. Acara yang direncanakan pada upacara bersejarah itu adalah pembacaan teks proklamasi, pengibaran bendera Merah Putih, dan sambutanWalikota Suwiryo dan dr. Muwardi dari keamanan.
- Hari Jumat Legi, tepat pukul 10.00WIB, Soekarno dan Hatta keluar ke serambi depan, diikuti oleh Ibu Fatmawati. Soekarno dan Hatta maju beberapa langkah. Soekarno mendekati mikrofon untuk membacakan teks proklamasi. Acara berikutnya adalah pengibaran bendera Merah Putih yang dilakukan oleh S. Suhud dan Latief Hendraningrat. Bersamaan dengan naiknya bendera Merah Putih, para hadirin secara spontan menyanyikan lagu Indonesia Raya tanpa ada yang memimpin. Setelah itu, Suwiryo memberikan sambutan dan kemudian disusul sambutan dr. Muwardi. Sekitar pukul 11.00WIB, upacara telah selesai. Kemudian dr. Muwardi menunjuk beberapa anggota Barisan Pelopor untuk menjaga keselamatan Soekarno dan Moh. Hatta.
- Kebahagiaan Rakyat atas Kemerdekaan Indonesia Berita Proklamasi Kemedekaan Indonesia cepat bergema ke berbagai daerah. Rakyat menyambut dengan antusias. Karena alat komunikasi terbatas, informasi ke daerah-daerah tidak secepat di Jakarta. Saat tersiarnya berita proklamasi kemerdekaan, banyak rakyat yang jauh dari Jakarta tidak mempercayainya. Tanggal 22 Agustus 1945, Jepang secara resmi mengumumkan penyerahan kepada sekutu. Baru bulan September 1945, proklamasi diketahui di wilayah- wilayah terpencil. Setelah itu, timbullah masalah kesetiaan. Keempat penguasa kerajaan di JawaTengah menyatakan dukungan mereka kepada Republik. Proklamasi kemerdekaan akan disebarluaskan melalui radio,tetapi Jepang menentang upaya penyiaran proklamasi dan memerintah agar meralat berita proklamasi sebagai kekeliruan. Para penyiar tidak mau memenuhi seruan Jepang, sehingga pada 20 Agustus 1945, pemancarnya di segel dan para pegawai dilarang masuk. Mereka kemudian membuat pemancar baru di Menteng 31. Para wartawan juga menyebarkan berita proklamasi melalui media cetak, seperti surat kabar, selembaran, dan penerbitan lainnya.
- Euforia revolusi negara mulai melanda negeri ini. Para pasukan Jepang sering kali meninggalkan wilayah perkotaan dan menarik mundur pasukannya ke daerah pinggir guna menghindari konfrontasi.Antara tanggal 3-11 September 1945, para pemuda di Jakarta mengambil alih kekuasaan atas stasiun-stasiun kereta api, sistem listrik, dan stasiun pemancar radio tanpa mendapat perlawanan dari pihak Jepang. Pada akhir bulan September, instalansi penting di daerah Jawa juga sudah berada di tangan para pemuda Indonesia. Surat-surat kabar dan majalah Republik bermunculan di berbagai daerah. Aktivitas kelompok sastrawan bernama “Angkatan 45” mengalami masa puncaknya pada zaman revolusi. Banyak pemuda yang bergabung dalam badan perjuangan. Para mantan prajurit PETA dan Heiho membentuk kelompok yang paling disiplin. Laskar Masyumi dan Barisan Hizbullah menerima banyak pejuang baru dan bergabung dalam kelompok bersenjata Islam lainnya yang disebut Barisan Sabilillah yang kebanyakan dipimpin para Kiai. Tanggal 3 September, pemuda mengambil alih kereta api termasuk bengkel di Manggarai.Tanggal 5 September, Gedung Radio Jakarta dapat dikuasi.Tanggal 11 September, seluruh radio berhasil dikuasi Republik, sehingga tanggal itu dijadikan hari lahir Radio Republik Indonesia (RRI).
- Para pemuda memprakarsai diadakannya rapat raksasa di Lapangan Ikada (sekarang Monas). Presiden Soekarno sudah dihubungi dan bersedia menyampaikan pidato dalam rapat raksasa yang diadakan tanggal 19 September 1945 untuk memperingati sebulan kemerdekaan Indonesia. Bermula dari ketidakpuasan rakyat terhadap sikap Jepang yang belum mengakui Negara Republik Indonesia. Kondisi itu mendorong rakyat untuk membentuk pemerintahan baru dan mengambil langkah nyata. Ketidakpuasan rakyat bertambah ketika pasukan sekutu mendarat di Kemayoran tanggal 8 September 1945. Rakyat dengan tertib berdatangan ke Lapangan Ikada membawa poster dan bendera Merah Putih, bertekad untuk mengisi kemerdekaan, dan menunjukan kepada dunia internasional bahwa kemerdekaan Indonesia bukan atas bantuan Jepang, tapi merupakan tekad seluruh rakyat Indonesia. Melihat tekad rakyat yang menggelora, pemerintah mengadakan sidang kabinet. Setelah itu diputuskan Presiden Soekarno dan Moh. Hatta dan para menteri untuk datang ke Lapangan Ikada. Tanggal 19 September 1945, Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paku AlamVIII mengirim ucapan selamat kepada Presiden Soekarno danWakil Presiden Moh. Hatta atas berdirinya Negara Republik Indonesia dan atas terpilihnya dua tokoh tersebut.
- Ucapan selamat yang diterima Soekarno dan Hatta menyiratkan bahwa Sultan Hamengkubuwono IX dan Paku AlamVIII mengakui kemerdekaan RI dan siap membantu. Untuk mempertegas sikapnya, Sultan Hamengkubuwono IX dan Paku AlamVIII, pada 5 September 1945, mengeluarkan amanat sebagai berikut : 1. Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat bersifat kerajaan dan merupakan daerah istimewa dari Negara Indonesia. 2. Sri Sultan sebagai kepala daerah dan memegang kekuasaan atas Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat. 3. Hubungan antara Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat dengan Pemerintah Pusat Negara RI bersifat langsung. Sultan selaku Kepala Daerah Istimewa bertanggung jawab kepada Presiden. Amanat Sri Paku AlamVIII sama dengan amanat Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Hanya kata “Sri Sultan Hamengkubuwono IX” diganti dengan “Sri Paku AlamVIII” dan “Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat” diganti dengan “Negeri Paku Alaman”.
- Di Surabaya, memasuki bulan September 1945, terjadi perebutan senjata di gudang Don Bosco. Rakyat Surabaya juga merebut Markas Pertahanan Jepang di JawaTimur, serta Pangkalan Angatan Laut di Ujung sekaligus merebut pabrik- pabrik di sana. Orang Inggris dan Belanda yang datang langsung berhubungan dengan Jepang. Mereka menginap di HotelYamamoto (Hotel Oranye). Pada 19 September 1945, seorang bernama Ploegman dibantu kawan-kawannya mengibarkan bendera Merah Putih Biru di atas HotelYamamoto. Residen Sudirman segera memperingatkan Ploegman untuk menurunkan bendera tersebut. Peringatan itu tidak ditanggapi, sehingga rakyat Surabaya menyerbu HotelYamamoto. Mereka memanjat atap hotel, menurunkan bendera Merah Putih Biru, merobek bagian warna birunya, kemudian mengibarkannya kembali sebagai bendera Merah Putih. Dengan berkibarnya bendera Merah Putih di atas HotelYamamoto, para pemuda itu satu per satu meninggalkan HotelYamamoto dengan penuh semangat dan tetap menjaga kewaspadaan.
- B. Menganalisis Terbentuknya NKRI 1. Pengesahan UUD 1945 dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Kelengkapan-kelengkapan negara harus segera dipenuhi oleh Indonesia yang baru saja merdeka. Salah satu hal terpenting yang harus dipenuhi adalah Undang-Undang Dasar (UUD).Tanggal 18 Agustus 1945, PPKI melakukan sidang yang menghasilkan UUD yang kemudian dikenal sebagai UUD 1945. Setelah proklamasi, PPKI melakukan rapat pertama di Pejambon (sekarang disebutGedung Pancasila), yang dibuka sekitar pukul 11.30WIB dan menghasilkan penetapan pancasila sebagai dasar negara. Sidang dilanjutkan dengan pengesahan UUD 1945 yang sebelumnya telah dibahas bab demi bab dan pasal demi pasal. Kemudian dilanjutkan dengan pemilihan Presiden danWakil Presiden. Sebagai dasar hukum pemilihan tersebut, harus disahkan dulu pasal 3 dariAturan Peralihan. Ini menandai untuk pertama kalinya presiden dan wakil presiden dipilih oleh PPKI.
- Kertas suara dibagikan, tapi atas usul Otto Iskandardinata, maka secara aklamasi terpilih Ir. Soekarno sebagai Presiden RI, dan Moh. Hatta sebagaiWakil Presiden RI. Sesudah itu, pasal-pasal yang tersisa yang berkaitan dengan Aturan Peralihan danAturanTambahan disetujui. Setelah menjadi Presiden, Soekarno menunjuk sembilan orang PPKI sebagai panitia kecil dipimpin oleh Otto Iskandardinata yang bertugas untuk membagi wilayah negara Indonesia.
Senin, 01 Februari 2016
INDONESIA MERDEKA Sejarah Indonesia
0 komentar:
Posting Komentar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)